Friday, July 11, 2014

Cerdas membaca hasil Quick Count Pilpres 2014 (versi saya)

Bingung sama hasil Quick Count Pilpres 2014 yang tidak seragam? Gak apa-apa, tungguin aja tanggal 22 Juli 2014 nanti. Tapi yang masih pengen tahu, saya berbagi sedikit. Perhatikan gambar berikut, baik-baik.


Saya tidak akan bicara tentang metode surveynya, saya hanya akan bicara berdasarkan data yang sudah disampaikan masing-masing lembaga survey melalui media masa.

Yang perlu kita fahami adalah keberadaan Margin of Error (MoE). Margin of Error (MoE), adalah error yang mungkin terjadi dalam sebuah survey. Artinya sebuah hasil survey, hasilnya bisa lebih atau kurang tapi tidak melewati Margin of Errornya.

Nah karena angkanya masih bisa naik atau turun, maka untuk Quick Count Pilpres 2014 ini, kombinasinya bisa:
1. Semuanya di tambahkan MoE-nya
2. Semuanya di kurangi MoE-nya
3. Yang menang di tambah dg MoE-nya - yang kalah di kurang dg MoE-nya
4. Yang menang di kurang dg MoE-nya - yang kalah di tambah dg MoE-nya

Karena kombinasi 1-3 tidak menghasilkan apapun, yang menang tetap menang dan yang kalah tetap kalah, maka saya ingin menunjukkan kombinasi ke-4, dan hasilnya adalah gambar di atas, semua lembaga Survey memenangkan Jokowi-JK, kecuali Puskaptis.

Berbeda dengan lembaga survey lainnya yang menggunakan MoE dengan angka pasti (1%), bahkan SMRC berani menggunakan angka 0.68% sebagai MoE-nya, IRC terlihat gamang, IRC satu-satunya lembaga survey yang menggunakan MoE mengambang 1-2% (http://nasional.kompas.com/read/2014/07/11/14504991/Ini.Jawaban.IRC.atas.Hasil.Quick.Count.yang.Unggulkan.Prabowo). Karena mengambang, saya ambil yang tertinggi 2% saja.

Melihat tabel di atas, saya ada subjectivitas bahwa 4 lembaga survey yang memenangkan Prabowo, dipaksa untuk memenangkan Prabowo. Tapi untuk tetap menjaga kredibilitas lembaga, maka angkanya dibuat sedemikian rupa agar selisih < MoE-nya, sehingga ketika hasil Real Count memenangkan Jokowi-JK, mereka masih bisa berdalih menggunakan MoE-nya.

Yang kelihatan All-Out adalah Puskaptis. Tapi saya melihatnya begini, Puskaptis dibayar untuk menangkan Prabowo-Hatta, pihaknya di kasih tahu bahwa akan ada 3 lembaga survey lain yang melakukan hal yang sama, jadi mereka merasa ada 'teman'nya dan merasa aman. Tapi yang tidak di antisipasi adalah 3 lembaga survey yang lain itu selisih angkanya kecil, IRC MoE-nya besar, dan itu diketahui Puskaptis pada menit-menit terakhir, sehingga tidak mungkin lagi merubah-ubah angkanya, dan tidak mungkin lagi mundur karena sudah terima uangnya.


Keberpihakkan Lembaga Survey

Sure sure, lembaga survey mana coba yang tidak berpihak? Poltracking yang awalnya mendukung Prabowo-Hatta malah hasil Survenya memenangkan Jokowi-JK. RRI? RRI itu punya pemerintah, nah SBY sebagai presidennya sendiri berkoalisi sama Prabowo-Hatta.

Jangan lupa, IRC itu milik Harry Tanoe, LSN punya Prabowo (sekarang mungkin sudah punya Mahfud MD), Puskaptis (highest bidder), JSI punya PAN.


Kredibilitas Lembaga Survey

Yang pertama di cek, lembaga survey harus terdaftar di KPU, bisa di cek di: http://kpu.go.id/koleksigambar/2932014_LS-HC_terdaftar_KPU_Pileg_2014.pdf.

Kedua cek rekam jejaknya.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...